Warga Nganjuk Bikin Sayembara Tangkap Maling Berhadiah Rp1 Juta, Diduga Nyamar jadi Pegawai Koperasi

Warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur kompak membuat sayembara tangkap maling berhadiah uang tunai lantaran geram dengan aksi pencurian yang marak terjadi. Maraknya pencurian itu terjadi di Dusun Bulurejo, Desa Kedung Ombo, Kecamatan Tanjunganom. Warga kerap kehilangan hewan ternak seperti ayam dan sapi, tabung LPG, bahkan beras yang tersimpan di rumah.

Aksi pencurian itu terbilang nekat lantaran dilakukan di siang hari. Karena itu, warga kompak membuat sayembara dengan hadiah yang beragam guna mengamankan lingkungan. Sayembara itu diiming imingi hadiah uang tunai sebesar Rp 750 ribu untuk warga yang bisa menangkap maling di siang hari.

Sementara, bagi yang berhasil menangkap pencuri di malam hari diganjar Rp 1 juta. Pengumuman sayembara dibuat dengan memasang spanduk di empat titik di Dusun Bulurejo. Contoh Teks MC Halal Bihalal Keluarga Idul Fitri 2024 dalam Bahasa Sunda, Lengkap Susunan Acaranya

Contoh Teks Pembawa Acara/MC Bahasa Jawa Pengajian, Pembukaan Hingga Penutupan, Lengkap Artinya KUNCI JAWABAN Modul 1, Menentukan Layanan Peminatan yang Tepat di SLB, Pendidik Perlu . . . Contoh Kalimat Mukadimah Pidato Lengkap Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia, Bisa Dipraktikkan

Link PDF Teks Pidato atau Ceramah Halal Bihalal , Lengkap dengan Mukadimah dan Hikmah Halal Bihalal Contoh Teks MC Halal Bihalal, Naskah yang Mudah dan Simple untuk Pembawa Acara Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dusun Bulurejo, Rega Aditya Prayoga.

Rega menyebut belakangan ini, Dusun Bulurejo kerap disantroni maling dengan barang curian yang beragam. Paling sering, maling mengincar ayam dan sudah beraksi merata di tiap dusun di Desa Kedung Ombo. Puncaknya pada dua pekan lalu, sapi milik warga digasak maling.

"Pencuri menggondol hewan ternak, LPG dan beras. Paling sering warga kehilangan ayam. Peristiwa pencurian ayam merata di tiap dusun di Desa Kedung Ombo. Terakhir, seekor sapi warga hilang dicuri," jelas Rega. Peristiwa itu membuat geram warga hingga pihaknya sepakat membuat sayembara agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri saat berhasil menangkap pencuri tersebut. "Warga sudah dongkol. Namun kami terus mengimbau kepada warga agar tak main hakim sendiri saat berhasil menangkap maling. Selain itu, disertai barang bukti pencurian," lanjutnya.

Rega menjelaskan, sebagian warga telah melaporkan peristiwa pencurian yang menimpanya ke pihak polisi. Namun, laporan itu masih diproses oleh petugas dan belum membuahkan hasil. "Sayembara ini juga sebagai pelecut semangat warga untuk gotong royong menjaga dan mengamankan desa," terang Rega.

Aksi pencurian ini tidak disadari warga lantaran pelaku diduga menyamar agar bebas berkeliaran di lingkungan dusun. Sebab, maling itu juga nekat beraksi di siang hari. Hal itu dirasakan seorang warga, Sutrisno (42) saat maling berhasil menggasak barang di rumah ibundanya, sekira pukul 10.00 WIB.

Pencuri itu menyasar beras seberat 22 kilogram yang tersimpan di dapur. Saat pencurian terjadi, ibu Sutrisno berada di dalam rumah dan tidak menyadari adanya maling yang menyusupi rumahnya. Dia menduga, pelaku menyamar sebagai pegawai koperasi simpan pinjam agar tidak dicurigai warga.

"Dugaannya pelaku menyaru sebagai pegawai koperasi simpan pinjam untuk masuk ke setiap gang. Kemudian mengincar rumah ibu saya. Di rumah hanya ada ibu. Namun, ibu tak merasakan jika ada pencuri merangsek ke rumah. Pelaku masuk lewat pintu depan dan mencuri beras," terang Sutrisno.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *