Kuasa Hukum Pegi Setiawan Punya Bukti Kuat yang Bisa Bebaskan Kliennya, Bakal Dibawa ke Sidang

Salah satu kuasa hukum Pegi Setiawan, Sugianti Iriani mengatakan punya bukti kuat yang bisa bebaskan kliennya. Bukti kuat tersebut adalah alibi dari status Facebook Pegi Setiawan yang menunjukkan keberadaannya di Bandung pada Agustus 2016, yang tak diungkap oleh penyidik dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tambahan yang digelar Rabu (12/6/2024) kemarin. Bukti kuat tersebut, kata Sugianti, akan dibawa ke sidang praperadilan pada akhir Juni 2024, mendatang.

Menutur Sugianti, dalam BAP tambahan yang digelar Rabu kemarin, justru status Facebook 2015 Pegi Setiawan yang ditunjukkan oleh kepolisian. "Kemudian Pegi ini diarahkan seolah olah bahwa Pegi ini benar pelaku pembunuh Vina dan Eki," ujar Sugianti saat ditemui di kantornya di Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (14/6/2024). Padahal, tim kuasa hukum memiliki bukti dari hasil penelusuran yang telah dicetak dari akun Facebook Pegi Setiawan.

Bukti tersebut menunjukkan bahwa Pegi berada di Bandung pada Agustus 2016. Rektor Universitas Terbuka Kunjungi Katingan Berikan Pemahaman Visi dan Misi UT Alternatif Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 3 Memfasilitasi Belajar Bersama dan Berbagi Praktik

BIODATA Dandi Maulana Pemain Persebaya Surabaya yang Kekuatan dan Keberaniannya Disorot Bonek Surya.co.id Perselingkuhan Ruben Onsu Diungkap di Depan Anak, Aib Rumah Tangga Sarwendah Dibongkar: Seumur Hidup Sriwijaya Post "Pegi membuat status 'bismillah otw Bandung, dewekan ge teteg' pada tanggal 12 Agustus 2016,"

"Lalu, pada tanggal 17 Agustus 2016, Pegi membuat status lagi dengan bunyi 'mengais rezeki di kota orang'." "Di tanggal 24 Agustus 2016, Pegi membuat status kembali dengan benar benar menguatkan dia berada di Bandung. Statusnya, yakni 'lupa kampung halaman'," ucapnya. Sugianti juga mengungkap status Pegi lainnya yang menunjukkan alibi Pegi.

Pada 1 September 2016, kliennya menulis " Ya Allah engga tahu apa apa tentang masalah ini, kenapa saya kena getahnya? Cobaan apa yang Engkau berikan begitu berat ya Allah " Status tersebut dibuat setelah adanya penggeledahan di rumah Pegi tiga hari setelah kejadian tewasnya Vina dan Eki. "Bukti bukti ini memperkuat bahwa Pegi bukan pelaku sebenarnya."

"Tapi isi status Facebook Pegi ini tidak ditunjukkan oleh penyidik, kenapa yang ditunjukkan itu hanya di tahun 2015 dan itu korelasinya jauh banget, padahal itu pun kebanyakan obrolan anak muda, kalau anak muda kan banyak yang bahasa kasar," jelas dia. Sugianti menegaskan, bahwa bukti bukti yang meringankan Pegi Setiawan akan dibawa saat persidangan praperadilan. "Kita pun akan menguatkan bukti bukti bahwa Pegi Setiawan bukan pelakunya."

"Selama ini penyidik hanya memaksakan Pegi Setiawan adalah pelakunya, sedangkan bukti bukti lemah," katanya. Diwartakan sebelumnya, sidang praperadilan Pegi Setiawan akan digelar 24 Juni 2024 mendatang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Jelang praperadilan, salah satu pengacara Pegi Setiawan, Sugianti Iriani atau akrab disapa Yanti menguturkan bahwa timnya sudah menyiapkan segala sesuatunya.

"Untuk mempersiapkan praperadilan itu, kami sudah menyiapkan bukti bukti surat, saksi saksi, dan saksi ahli." kata Sugianti. "Termasuk juru bicara juga kami telah siapkan," ujar Sugianti, Kamis (13/6/2024). Tim kuasa hukum juga sudah siap untuk beradu bukti di pengadilan melawan tim dari bidang hukum bentukan Polda Jabar.

"Soal Polda Jabar telah membentuk tim dari bidang hukum, kami siap perang di pembuktian saja, saling perang dan saling menunjukkan bukti bukti yang kuat dari pihak kita untuk mematahkan bukti bukti dari kepolisian," jelas dia. Ia yakin, bukti yang dimiliki tim kasa hukum Pegi Setiawan lebih kuat dari bukti yang dimiliki pihak kepolisian. "Saya yakin bukti bukti kami lebih kuat, karena bukti bukti yang dihadirkan polisi dicocok cocokkan," katanya.

Yanti juga menyinggung soal adanya akun Facebook yang tidak ditunjukkan oleh pihak kepolisian. "Sebenarnya, ada akun Facebook juga yang mengarah atau menguatkan alibi kita, tapi tidak ditunjukkan oleh pihak kepolisian, seperti adanya akun Facebook Egi Setiawan yang terlihat jelas dipanggil Perong tapi kenapa harus Pegi Setiawan klien kami yang terus dicecar jadi tersangka gitu," ujarnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *