IHSG Menguat 0,42 Persen, Saham Bank Raya Indonesia Paling Banyak Dibeli Asing

TEMPO.CO, Jakarta -Tim analis Samuel Sekuritas mencatat saham anak usaha Bank BRI, Bank Raya Indonesia (sebelumnya BRI Agroniaga) (AGRO) menjadi saham yang paling banyak dibeli investor asing di sesi pertama hari ini.

“Dengan nilai net buy asing mencapai Rp 50,1 miliar,” dikutip dari tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, Selasa, 16 November 2021.

Pada posisi kedua paling banyak beli asing yaitu saham ASSA sebesar Rp 40,8 miliar dan berikutnya TLKM Rp 34,8 miliar.

Sementara itu, saham Bank BRI (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing di sesi pertama hari ini, dengan nilai net sell sebesar Rp 122,8 miliar, diikuti BBCA (Rp 119,8 miliar) dan BUKA (Rp 35,8 miliar).

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mencatatkan rebound di sesi pertama hari ini pasca melemah kemarin. IHSG menutup sesi di angka 6.644 atau 0,42 persen lebih tinggi dari angka penutupan kemarin yang sebesar 6.616.

Sebanyak 284 saham menguat, 221 melemah, dan 174 stagnan pada sesi pertama perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,8 triliun. Di akhir sesi pertama hari ini, tercatat angka jual bersih asing sebesar Rp 6,1 miliar di pasar reguler, sementara di pasar negosiasi tercatat jual bersih asing sebesar Rp 4,9 miliar.

Emiten produsen kertas Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) dan emiten property Ciputra Development (CTRA) baru saja merilis laporan keuangannya untuk periode Januari – September 2021. Keduanya mencatatkan performa yang cukup positif; INKP mencatatkan kenaikan laba bersih hingga +35,97 persen dibanding tahun lalu. Sementara CTRA mencatatkan kenaikan laba hingga lebih dari tiga kali lipat di periode yang sama.

Meski demikian, saham keduanya menunjukkan pergerakan yang berbeda di sesi pertama hari ini; INKP melemah -0,29 persen ke level Rp 8.600 per saham, sementara CTRA menguat hingga +4,13 persen ke angka Rp 1.135 per saham.

Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.